Minggu, 01 November 2015

Toko Online Replika Baru! 100% Real Time Product Update..



Apa kabar?

Cakning Dropship Marketplace baru saja merilis tool terbaru untuk member, yaitu toko online replika siap pakai. Dulunya #toko online replika member beralamat di Lapakpromo.com, sekarang berubah di Cakning.co.
Dulunya dengan menggunakan Lapakpromo.com sudah terbukti mampu meningkatkan penjualan member, karena member sangat mudah dalam mempromosikan produk Cakning.




http://www.cakning.com/?sp=gemilang


Tapi di Lapakpromo.com tersebut masih memiliki kelemahan, yaitu update produknya yang dilakukan sekitar 2 minggu sekali. Ini cukup menimbulkan masalah karena dinamika produk di Cakning yang sangat cepat, ada #produk yang baru di listing tidak bisa masuk real time di Lapakpromo.

Kali ini dengan dirilisnya Cakning.co, maka problem ini sudah tidak ada lagi. Bagitu ada produk baru di member area, maka akan muncul juga di Cakning.co secara real time. Dengan ini member bisa langsung promosikan produk baru, tanpa harus menunggu-nunggu seperti yang versi lama.



http://cakning.com/?sp=gemilang
                           www.usahadropshippingtop.blogspot.com


Cakning.co juga didesain dengan tampilan yang cantik dan lebih “menjual”. Jadi bagi member Cakning, segera cek member area, di menu E-training. Baca cara penggunaan toko online replika ini, dan mulai berjualan sekarang juga.




Belum jadi member Cakning? Segera join sekarang juga dan mulai berjualan dalam beberapa menit ke depan!

daftar disini..kesuksesan pasti..



http://www.cakning.com/?sp=gemilang

Senin, 03 Maret 2014

Specialis membuat seragam kantor,seragam kerja,baju promosi, souvenir terbaik

Sabtu, 01 Maret 2014

"Shopping Habit" Berubah, Pengembang Bidik Semarang..


SEMARANG, KOMPAS.com - Sebagaimana Surabaya, Semarang juga dipandang sebagai kota yang potensial bagi bisnis sektor ritel. Kota ini punya keunggulan dari segi lokasi, populasi dan juga daya beli.

Demikian analisa Senior Associate Director and Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Arief N Rahardjo, mengenai tren pembangunan pusat belanja di daerah, kepada Kompas.com, Jumat (28/2/2104).







Menurut Arief, karakter pasar Semarang dan Surabaya hampir serupa, didominasi kalangan atas generasi kedua. Itulah mengapa, para pengembang dan peritel berani memasuki pasar ibu kota Jawa Tengah tersebut, karena telah terjadi pergeseran kebiasaan dalam berbelanja (spending money habit).

"Jika beberapa dekade lalu mandek alias jalan di tempat. Dalam beberapa tahun terakhir, Semarang mulai berubah. Pasar kota pesisir pantai ini mulai dimasuki kalangan atas generasi kedua dan ketiga. Mereka yang bersekolah di luar kota atau luar negara mulai kembali ke kampung halamannya," papar Arief.

Dia melanjutkan, generasi muda inilah yang secara dramatis mentransformasi kebiasaan berbelanja. Mereka tak akan menghitung dan berpikir terlalu lama hanya untuk berbelanja pakaian atau sepatu bermerek internasional dengan harga jutaan Rupiah.

www.caktans.blogspot.com

"Selama ini, mereka kalau berbelanja di luar negeri atau kota mereka bersekolah. Sekarang anak-anak muda Semarang mulai berani menunjukkan kelasnya di pasar lokal. Perubahan ini tentu saja direspon peritel dengan membuka cabang mereka. Padahal, awalnya mereka berpikir Semarang sangat biasa, bahkan berada di belakang Yogyakarta," tandas Arief.

Saat ini, di Semarang terdapat beberapa pengembangan pusat belanja dengan konsep one stop shopping, sebut saja Paragon City, Citraland Semarang, dan Java Mall. Ke depan, akan ada banyak lagi pengembang yang membidik kota ini, sebut saja Wika Realty, Adhi Persada Properti, Perumnas, Hutama Karya Realtindo, dan Bahama Development.

"Mereka akan memilih opsi pembangunan pusat belanja spesifik yang berkonsentrasi pada gaya hidup dan hiburan (entertainment and lifsetyle)," katanya. Beberapa ruang ritel spesifik yang tengah dikerjakan adalah Lippomall, Sentraland, Paragon City 2 dan Marque de Lafayette.

Ruang ritel spesifik yang bakal menjadi tren, lanjut Arief, umumnya menyatu dengan kompleks pengembangan berkonsep multifungsi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk optimalisasi lahan.

"Ketimbang membangun pusat belanja di lokasi berbeda, ongkosnya bakal lebih besar. Ini karena harga lahan di Semarang sudah sangat tinggi. Di pusat kota sudah mencapai Rp 20 juta hingga Rp 45 juta per meter persegi. Sementara membangun mal di dalam area multifungsi, lebih feasible dari segi pembiayaan," tandas Arief.

Anda masih penasaran untuk belajar bisnis online? Klik gambar di bawah ini! 

Mau belajar bisnis? Silahkan action..


Klik Senyumnya..Dapatkan Bonus & Hadiah Membuka Pintu Rejekinya..


Ayo Action..tunggu apa lagi..

 
www.rahasiawebsitepemula.com/?id=natan